doa ketika adzan asyhadu anna muhammadarrasulullah
AsyhaduAnna Muhammadarrasulullah "Aku bersaksi Muhammad adalah utusan Allah" (٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَة Hayya 'alasshalah "Marilah Shalat" (٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ Hayya 'alalfalaah "Marilah menuju kejayaan" (١x) اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ Allahu akbar Allahu Akbar "Allah Maha Besar" (١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ Laa ilaaha Illallah
SunnahSunnah Ketika Mendengarkan Adzan ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Kitab Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 4 Sya'ban 1443 H / 07 Maret 2022 M. Download kajian sebelumnya: Sunnah-Sunnah Ketika Seseorang Mengumandangkan Adzan
diriwayatkandari nabi khidhir as. kalau dia berbicara: "barangsiapa yang dengar bacaan muadzin "asyhadu anna muhammadan rasulullah", lalu dia berdoa "marhaban bihabibiy waqurrati ainiy muhammadibni abdillah saw.", lalu mengecup dua jemari jempolnya serta ditempatkan (dioleskan) ke ke-2 matanya, jadi dia akan tidak merasakan buta serta sakit mata
Apabilamu'adzin mengucapkan Asyhadu alla ilaha illallah, dia mengucapkan asyhadu alla ilaha illallah, Apabila mu'adzin mengucapkan Asyhadu anna Muhammadarrasulullah, dia mengucapkan asyhadu anna muhammadarrasulullah, Apabila mu'adzin mengucapkan hayya 'alashshalah, dia mengucapkan la haula wala quwwata illa billah,
5Amalan ketika mendengar Adzan 1. Mengucapkan seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian Apabila muadzin mengucapkan Asyhadu anna Muhammadarrasulullah, maka hendaklah dia mengucapkan asyhadu anna Muhammadarrosululloh. "Tidak akan tertolak doa antara adzan dan iqamah" (HR Abu Daud 437: Shahih), bisa dengan doa ini: "
Un Site De Rencontre 100 Gratuit. Kumandang adzan merupakan kumandang paling indah yang tidak pernah surut pada setiap waktunya. Setiap adzan selesai dikumandangkan terlampir doa yang dapat amalkan. Doa itulah yang dinamai sebagai doa setelah Adzan SingkatBacaan Adzan dan ArtinyaCara Menjawab AdzanDoa Setelah Mendengar AdzanKeistimewaan antara Adzan dan IqomahBacaan IkamahDoa Setelah IqomahKesimpulan Doa Setelah AdzanPertanyaanSejarah Adzan SingkatPada mulanya, rasul dan para sahabat kebingungan mengenai penanda awal masuk waktu sholat. Waktu itu, ada yang mengusulkan untuk menggunakan lonceng layaknya orang nasrani serta terompet seperti orang pada akhirnya, Abdullah bin Zaid bermimpi bertemu dengan seseorang yang menyuruhnya untuk adzan ketika waktu memasuki mimpi itu kemudian diteruskan kepada Rasulullah. Dan rasul pun membenarkan mimpi tersebut sebagaimana yang disebutkan dalam Sunan Abu Dawud yang berbunyiعَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ أَرَادَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فِى الأَذَانِ أَشْيَاءَ لَمْ يَصْنَعْ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ فَأُرِىَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ الأَذَانَ فِى الْمَنَامِ فَأَتَى النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ أَلْقِهِ عَلَى بِلاَلٍ »“eabd alllah bn zayd qal arad alnnabiyy -slaa allah ealayh wasalam- fia al’adhan ashya’ lam yasnae minha shayyana qal fa’uria eabd alllah bn zayd al’adhan fia almanam fa’ataa alnnabiyy salaa allah ealayh wasalam fa’akhbarah faqal >”Artinya“Nabi SAW berkeinginan untuk mencari cara dalam memberitahu waktu sholat adzan, tetapi beliau belum kunjung menemukannya”. Abdullah bin Zaid bermimpi mengenai beragam kalimat adzan dalam tidurnya. Lantas ia mendatangi rasul untuk memberitahukan hal tersebut. Lalu sang rasul pun berkata “Ajarkanlah kata – kata itu kepada Bilal!”.Semenjak masa itulah, adzan sudah mulai dijadikan sebagai pertanda awal masuk sholat. Dimana sahabat Bilal bin Rabbah menjadi muadzin pertama di dalam agama serta kelantangan dari suara Bilal tak perlu untuk diragukan lagi. Tetapi selepas Rasulullah wafat, Bilal tak mau lagi untuk mengumandangkan adzan. Sebab pada saat ia hendak kumandangkan adzan, ia akan teringat akan Rasulullah. Sehingga kesedihan hatinya tak bisa terbendung.٢x اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ٢x أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ٢x اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ٢x حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ٢x حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ١x اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ١x لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ“Allaahu Akbar, Allaahu Akbar 2x”“Asyhadu allaa illaaha illallaah. 2x”“Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. 2x”“Hayyaalashshalaah. 2x”“Hayyaalalfalaah. 2x”“Allaahu Akbar, Allaahu Akbar 1x”“Laa ilaaha illallaah. 1x”Artinya“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar 2x”“Aku bersaksi jika tak ada Tuhan melainkan Allah. 2x”“Aku bersaksi jika nabi Muhammad itu merupakan utusan Allah. 2x”“Marilah Sholat. 2x”“Marilah menuju kepada kejayaan. 2x”“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar 1x”“Tiada Tuhan melainkan Allah. 1x”Cara Menjawab AdzanKegiatan apa pun yang tengah kita kerjakan selain yang wajib maka sebaiknya segera dihentikan jika sudah mendengar adzan berkumandang. Bahkan pada saat kita tengah membaca Al Quran, berdzikir, dan juga mengerjakan untuk yang mendengar adzan serta ikamah untuk mengucapkan sebagaimana yang telah diucapkan oleh Sa’id Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda“Apabila kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang telah diucapkan oleh muadzin.”Dari Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Apbila muadzin mengucapkan, Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka hendaklah salah seorang di antara kalian juga membaca, Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Lalu apbila muadzin mengucapkan, Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Maka kalian juga mengucapkan, Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Lalu apabila muadzin mengucapkan, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’ Maka kalian juga mengucapkan, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’Lalu apabila muadzin mengucapkan, Hayya alash shalaah.’ Maka kalian juga mengucapkan, Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’ Lalu apabila muadzin mengucapkan, Hayya alal falaah.’ Maka kalian juga mengucapkan, Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’Lalu apabila muadzin mengucapkan, Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka kalian juga mengucapkan, Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Lalu apabila apabila muadzin mengucapkan, Laa ilaaha illallaah.’ Maka kalian juga mengucapkan, Laa ilaaha illallaah,’ dengan hati yang tulus, maka kalian seraya akan masuk ke dalam Surga.”Barangsiapa yang mengucapkan sebagaimana ucapan dari mu-adzin, atau pada saat muadzin melafalkan hayya alatain “Hayya alash shalaah” serta “hayya alal falaah”, ia mengucapkan, “Laa haula walaa quwwata illaa billaah,” atau menggabungkan dengan apa yang diucapkan oleh muadzin serta hauqalah “Laa haula walaa quwwata illaa billaah.”, maka perbuatannya benar, insya pada saat kita mendengar suara adzan subuh, maka cara menjawab adzan subuh ketika muadzin mengucapkan kalimatالصّلاة خير من النّوم“As shalaatu khairum minan naumi.” [dua kali]Artinya“Sholat lebih baik daripada tidur”Maka, kita menjawabnya denganصدقت وبررت وانا على ذلك من الشّاهدين“Shadaqta wabararta wa anaa alaa dzaalika minasy syaahidiina.”Artinya“Benar dan baguslah ucapanmu tersebut serta akupun atas yang begitu termasuk orang – orang yang bersaksi.”Doa Setelah Mendengar AdzanBacaan doa setelah adzanللهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّآمَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَآئِمَةِ، آتِ مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًامَحْمُوْدَانِ الَّذِىْ وَعَدْتَهُ اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ“Allaahumma robba haadzihid da’watit taammah, washsholaatil qoo-imah, aati muhammadanil washiilata wal fadhiilah, wasysyarofa, wad darajatal, aaliyatar rofii’ah, wab’atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa’adtah, innaka laa tukhliful mii’aadz.”Artinya“Ya Allah, Tuhan sang pemilik panggilan yang sempurna adzan ini serta shalat wajib yang didirikan. Berilah al -wasilah derajat di tempat surga, serta al – fadhilah keutamaan terhadap baginda nabi Muhammad. Serta bangkitkanlah beliau sehingga dapat menempati kedudukan yang terpuji sebagaimana telah Engkau janjikan.” HR. Bukhari, Abu dawud, Tarmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah.Mengenai keistimewaan dari doa tersebut, ada suatu hadist yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Ra, bahwasannya Rasulullah bersabda“Barang siapa pada saat mendengar adzan kemudian ia mengucapkan doa selepas adzan, maka masuklah syafaatku untuknya pada hari kiamat.” HR. Bukhari.Syafaat nabi Muhammad itu artinya adalah pertolongan beliau kepada umatnya kelak di waktu hari antara Adzan dan IqomahWaktu antara adzan dengan iqomah mempunyai keistimewaan berikut ini1. Dari segi orang yang berdoaOrang yang sedang berdoa akan melihat dengan keimanannya serta menjauhi kesyirikan dengan menjawab adzan atau lantunan Dari segi waktunyaWaktu antara adzan dengan iqomah adalah waktu yang amat istimewa sebab pada waktu itu dikumandangkan seruan dalam mengerjakan shalat. Serta shalat merupakan penghulu dari semua SunnahDisunnahkan untuk seorang muslim supaya memperbanyak doa antara adzan dengan ikamah. Sebab doa di waktu tersebut akan Anas Radhiyallahu anhu, beliau menyebutkan jika Rasulullah SAW bersabdaاَلدُّعَاءُ لاَيُرَدُّ بَيْنَ اْلأَذَانِ antara adzan dengan iqamat tak akan ditolak.”Bacaan IkamahSecara bahasa “Ikamah” arinya mendirikan. Adapaun maksudnya yaitu mendirikan ikamah/ iqomat adalah bacaan tertentu yang telah disunnahkan untuk dilafalkan pada saat shalat akan dikerjakan. Bacaannya menyerupai bacaan sebab itu, para ulama sering menyebutnya sebagai adzan kedua atau sejenis membedakan antara ikamah dan adzan yaituAdzan dapat dikumandangkan untuk keperluan diluar shalat seperti anak baru lahir atau mengusir setan. Sementara ikamah dikumandangkan hanya pada saat hendak memasuki waktu adzan disunnahkan untuk mengeraskan suara, maka ikamah disunnahkan untuk melirihkan suara dan juga mempercepat Setelah IqomahBacaanاَقَامَهَااللهُ وَاَدَامَهَا مَادَامَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ“Aqoomahalloohu wa-ad aamahaa maadaa matis samaawaatu wal-ardl.”Artinya“Semoga Allah mendirikannya shalat serta mengekalkannya selama langit dan juga bumi masih ada.”Disamping bacaan di atas, para ulama juga memberikan tambahan bacaan doa selepas ikamah, yakniوجعلنى من صالحي اهلها“Wa ja’alani min salihi ahliha”Artinya“Serta semoga ia menjadikan aku termasuk yang terbaik dari yang ahli shalat.”Kesimpulan Doa Setelah AdzanJika kita telah mendengar adzan dikumandangkan, maka kita harus mengentikan seluruh aktivitas yang telah kita kita jawab dengan ucapan seperti muadzin. Dan selepas itu kita bersiap untuk sholat, sebab adzan merupakan panggilan sakral dari perintah Allah agar segera untuk dilakukan sebagai ibadah bagi umat berdoa diantara adzan dengan ikamah merupakan waktu yang paling mustajab untuk doa itu ini adalah beberapa pertanyaan seputar Doa Setelah AdzanAwal mula adzan?Mimpi dari Abdullah bin Zaid yang bertemu dengan seseorang yang menyuruhnya untuk adzan ketika waktu memasuki menjawab adzan?Ucapkanlah sebagaimana yang telah diucapkan oleh muadzinCara menjawab adzan subuh dari kalimat الصّلاة خير من النّوم ? Kita jawab dengan صدقت وبررت وانا على ذلك من الشّاهدين . Shadaqta wabararta wa anaa alaa dzaalika minasy syaahidiina.Keistimewaan antara Adzan dan Iqomah?Waktu terbaik untuk dikabulkannya doa yang adzan dan iqamah?Adzan dapat dikumandangkan untuk keperluan diluar shalat seperti anak baru lahir atau mengusir setan. Sementara ikamah dikumandangkan hanya pada saat hendak memasuki waktu shalat.
Bismillah. Ustadz, apa yang harus kita jawab ketika adzan pas “Asyhadu anna muhammadan rasuulullaah”? karena sepengetahuan saya ada 3 syarat doa terkabul dan salah satunya, menjawab lafaz “Asyhadu anna muhammadan rasuulullaah”. Syukron. Hilya –Makassar. Jawaban Allaahu a’lam dengan bacaan yang Anda maksudkan, namun sebagian ulama menyebutkan sunatnya membaca bacaan khusus tatkala muazin usai membaca lafal azan “Asyhadu an laa ilaaha illallaah”, dan “Asyhadu anna muhammadan Rasulullaah”, sebagaimana yang disebutkan dalam HR Muslim 386 dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda “Barangsiapa yang mengucapkan bacaan -tatkala mendengar muazin- أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله رضيت بالله ربا وبمحمد رسولا وبالإسلام دينا Asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa anna Muhammadan abduhu wa rasuuluhu, radhiitu billaahi rabban, wa bi muhammdin rasuulan, wa bil-islaami diina; maka dosa-dosanya akan terampuni”. Para ulama tersebut menyatakan bahwa bacaan ini dibaca tatkala muazin usai mengumandangkan dua kalimat syahadat, tepat setelah lafaz “Asyhadu anna muhammadan Rasulullaah”. Lihat Al-Majmu’ –Imam Nawawi; 2/87-88 , Syarh al-Mumti’- Ibnul-Utsaimin 2/86, Liqa’ al-Baab al-Maftuuh –Ibnul-Utsaimin liqa’ 156/26, dan Al-Masaail al-Muhimmah fil-Adzaan wal-Iqaamah- al-Tharifi; 108. Namun ulama yang lain juga menyebutkan bahwa bacaan ini hendaknya dibaca setelah muazin selesai mengumandangkan azan secara keseluruhan, yakni dibaca beserta doa setelah azan yang biasa dibaca setelah muazin mengucapkan lafal azan terakhir “Laa ilaaha illallaah”. lihat Tuhfatul-Ahwadzi 1/529. Kesimpulannya Inilah salah satu doa yang diucapkan saat azan, kapan seseorang membacanya tatkala azan baik ketika muazin usai membaca dua kalimat syahadat atau setelah selesai mengumandangkan azan, maka semua tetap disunahkan, insya Allah. Adapun pernyataan bahwa bacaan tersebut merupakan salah satu dari 3 syarat terkabulnya doa, maka tidak benar, karena tidak adanya dalil yang menunjukkan hal tersebut, hanya saja, siapa yang mengamalkannya tentu telah menambah ketaatan dan ibadah kepada Allah, yang bisa menjadi salah satu penguat untuk mustajabnya doa, bukan syarat mustajabnya, wallaahu a’lam. Dijawab Oleh Ustadz Maulana La Eda Lc Alumni Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah, saat ini menempuh S2 di fakultas yg sama ————– Buat anda yang ingin konsultasi masalah agama islam, silahkan ke ➡
Yang Dibaca Nabi ketika Mendengar AdzanDoa Saat Azan dari Syekh Ali Jaber, Bisa Ampuni Dosa yang Lalu karena sepengetahuan saya ada 3 syarat doa terkabul dan salah satunya, menjawab lafaz “Asyhadu anna muhammadan rasuulullaah”. Allaahu a’lam dengan bacaan yang Anda maksudkan, namun sebagian ulama menyebutkan sunatnya membaca bacaan khusus tatkala muazin usai membaca lafal azan “Asyhadu an laa ilaaha illallaah”, dan “Asyhadu anna muhammadan Rasulullaah”, sebagaimana yang disebutkan dalam HR Muslim 386 dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda “Barangsiapa yang mengucapkan bacaan -tatkala mendengar muazin- Para ulama tersebut menyatakan bahwa bacaan ini dibaca tatkala muazin usai mengumandangkan dua kalimat syahadat, tepat setelah lafaz “Asyhadu anna muhammadan Rasulullaah”. Yang Dibaca Nabi ketika Mendengar Adzan Karena itu, terdapat banyak ragam redaksi doa dan bacaan yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk umatnya ketika mendengar adzan. Dalam Kitâb al-Du’â, Imam Abû al-Qâsim Sulaimân bin Ahmad al-Thabrâniy w. 360 H mengumpulkan banyak doa atau bacaan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam ketika mendengar azan, lebih dari tiga puluh riwayat. Di sini hanya akan dicantumkan beberapa riwayat saja, sesuai dengan karakteristik teks dan kualitas sanadnya. “Barangsiapa yang berucap ketika mendengar adzan Asyhadu allâ ilaha illallâh wahdahu lâ syarîka lah, radlîtu billâhi rabba wa bil-islâmi dîna wa bi-muhammadin nabiyya’ Aku bersaksi tidak ada tuhan kecuali Allah yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. “Dari Ummu Salamah, ia berkata Rasulullah mengajariku agar aku menucapkan doa ini ketika adzan maghrib “Allahumma hadzâ iqbâlu lailika wa idbâru nahârika wa ashwâtu du’âtika faghfir lî” Ya Allah, ini adalah [saat di mana] malam-Mu datang, siang-Mu berlalu, dan lantunan doa kepada-Mu [dipanjatkan], maka ampunilah aku.” Imam Abû al-Qâsim Sulaimân bin Ahmad al-Thabrâniy, Kitâb al-Du’â, 2007, h. 162 Perbedaannya terletak pada bacaan, “lâ haula wa lâ quwwata illâ billahi” tiada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah ketika muazin sampai pada, “hayya alash shalâh, hayya alal falâh.” Riwayatnya adalah hadits hasan riwayat Imam Ahmad bin Hanbal Ketika muadzin berucap “Hayya alash shalâh, hayya alal falâh,” Nabi mengucapkan “Lâ haula wa lâ quwwata illâ billahi” tiada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah.” Imam Abû al-Qâsim Sulaimân bin Ahmad al-Thabrâniy, Kitâb al-Du’â, 2007, h. 164 Takbir juga menegaskan bahwa tidak ada apa pun di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan keagungan Allah. Doa Saat Azan dari Syekh Ali Jaber, Bisa Ampuni Dosa yang Lalu Artinya “Doa antara azan dan iqamah tidak ditolak, maka berdoalah kamu,” HR Ahmad. Mendiang Syekh Ali Jaber pun membagikan salah satu lafal yang dapat diamalkan saat azan. Sebab banyak orang saat azan tapi cakap-cakap,” ungkap Syekh Ali Jaber, sebagaimana yang dilihat detikcom dalam channel YouTube Dakwah Elite, Senin 13/12/2021. Ulama kelahiran Madinah ini pun menjelaskan kapan waktu yang tepat membaca doa saat azan tersebut. Tepatnya setelah lafaz أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ, اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah. Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah. Kemudian, Syekh Ali Jaber juga menjelaskan jawaban tiap panggilan azan yang dilafalkan oleh muazin. Artinya “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan muadzin,” HR Bukhari dan Muslim. Adapun bacaan azan lengkap yang dilafalkan oleh muazin setiap mendekati waktu masuknya salat adalah sebagai berikut, Sebagai penutup, Syekh Ali Jaber menyebutkan keutamaan bagi umat muslim yang mengikuti muadzin hingga selesai. Newsletter Want more stuff like this? Get the best viral stories straight into your inbox!
Pertanyaan Assalamu’alaikum, Ustadz. Apakah broadcast BC berikut landasan haditsnya shahih? Mengapa Ulama Salaf Mengusap Mata saat Adzan Apa Sebabnya Para Ulama Salaf Kita Kalau Mendengar Adzan Sampai Pada Lafazh “Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah, Kemudian Para Ulama Salaf Mencium Kedua Jari Jempolnya Dan Mengusapkan Ke Kelopak Mata, Dengan Mengucapkan “Marhaban Bi Habibi Wa Qurrotul Aini” Diceritakan Bahwa Nabi Adam Alaihis Salam Heran Melihat Malaikat Yang Selalu Membuntutinya Dari Belakang, Sehingga Nabi Adam Bertanya Kepada ALLAH “Yaa ALLAH, Mengapa Mereka Selalu Mengikutiku? “Wahai Adam, Karena Mereka Telah Tertarik Dengan Cahaya Keturunanmu Yang Telah Ada di Sulbimu. Kemudian Nabi Adam Memohon Agar ALLAH Memindahkan Cahaya Yang Ada Di Sulbinya itu Kedepan. Maka ALLAH Meletakkan Cahaya Tersebut Di Antara Kedua Alis Nabi Adam. Maka Dengan Segera Semua Malaikat Berada Di Hadapan Nabi Adam. Nabi Adam Heran Dengan Kelakuan Para Malaikat Yang Memandang Wajahnya. Maka Nabi Adam Kemudian Memohon Agar Diperkenankan Melihat Cahaya Itu. Maka ALLAH SWT Menampakkan Cahaya Tersebut Pada Kuku Kedua Ibu Jari Nabi Adam. Maka Nabi Adam AS Pun Heran Melihat Keindahan Cahaya Itu, Dan Berkata “Yaa ALLAH, Cahaya Siapakah Ini?” Kemudian ALLAH SWT Menjawab “Itu Adalah “NUUR Sayidina Muhammad” Wahai Adam “Kalau Tidak karena Nuur Sayidina Muhammad”, Maka Tidak Akan AKU Ciptakan Semua Ini”. Maka ALLAH Menyebutkan Keagungan-Keagungan Nuur Sayidina Muhammad, Maka Nabi Adam Sangat Gembira Sekali Dengan Nuur Muhammad Yang Ada Pada Dirinya. Maka Nabi Adam Mencium Jempolnya Dan Mengucapkan “Marhaban Bi Habibi Wa Qurrotul’aini”. Kemudian Diusapkan Cahaya Tersebut Di Kedua Kelopak Matanya. FAEDAH MENCIUM DAN MENGUSAPKANNYA KE MATA SAAT ADZAN Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Maghrabi Berkata وَرُوِيَ عَنْ الْخَضِرِ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَنَّهُ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ مَرْحَبًا بِحَبِيبِي وَقُرَّةِ عَيْنِي مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يُقَبِّلُ إبْهَامَيْهِ ، وَيَجْعَلُهُمَا عَلَى عَيْنَيْهِ لَمْ يَعْمَ ، وَلَمْ يَرْمَدْ أَبَدًا مواهب الجليل في شرح مختصر الشيخ خليل – ج 3 / ص 355 Diriwayatkan Dari Nabi Khidhir As. Bahwa Ia Berkata Barang siapa Yang Mendengar Bacaan Muadzin “Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”, Lalu Ia Berdo’a “Marhaban Bihabibiy Waqurrati Ainiy Muhammadibni Abdillah Saw.”, Lalu Mengecup Dua Jari Jempolnya Dan Diletakkan [Diusapkan] Ke Kedua Matanya, Maka Ia Tidak Akan Mengalami Buta Dan Sakit Mata Selamanya.” Mawahib Al-Jalil Syarh Mukhtashar Asy-Syaikh Khalil Juz 3 halaman 355 berjuangbersamadanbersaudara Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Hadits tentang mengusap mata saat adzan tidak shahih menurut para ulama. Imam As Sakhawiy mengatakan ولا يصح في المرفوع من كل هذا شيء Semua ini sedikit pun tidak shahih secara marfu’ [dari Nabi]. Al Maqashid Al Hasanah, Hal. 606 Imam Asy Syaukani mengatakan قال في التذكرة لا يصح Dia berkata dalam At Tadzkirah tidak shahih. Al Fawaid Al Majmu’ah, Hal. 20 Syaikh Bakr Abu Zaid berkata النفخ على الإبهامين ومسح العينين بهما جهالة ؛ لا أصل له Meniup kedua jempol dan mengusapnya ke kedua mata adalah jahaalah [tidak diketahui], dan tidak ada dasarnya. Tashhih Ad Du’a, Hal. 447 Demikian. Wallahu A’lam.
PertanyaanAssalamu’alaikum, Ustadz. Apakah broadcast BC berikut landasan haditsnya shahih?Mengapa Ulama Salaf Mengusap Mata Saat AdzanApa Sebabnya Para Ulama Salaf Kita Kalau Mendengar Adzan Sampai Pada Lafazh“Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah,Kemudian Para Ulama Salaf Mencium Kedua Jari JempolnyaDan Mengusapkan Ke Kelopak Mata, Dengan Mengucapkan “Marhaban Bi Habibi Wa Qurrotul Aini”Diceritakan Bahwa Nabi Adam Alaihis SalamHeran Melihat Malaikat Yang Selalu Membuntutinya Dari Belakang,Sehingga Nabi Adam Bertanya Kepada ALLAH“Yaa ALLAH, Mengapa Mereka Selalu Mengikutiku?“Wahai Adam, Karena Mereka Telah Tertarik Dengan Cahaya Keturunanmu Yang Telah Ada di Nabi Adam Memohon Agar ALLAH Memindahkan Cahaya Yang Ada Di Sulbinya itu ALLAH Meletakkan Cahaya Tersebut Di Antara Kedua Alis Nabi Dengan Segera Semua Malaikat Berada Di Hadapan Nabi Adam Heran Dengan Kelakuan Para Malaikat Yang Memandang Nabi Adam Kemudian Memohon Agar Diperkenankan Melihat Cahaya ALLAH SWT Menampakkan Cahaya Tersebut Pada Kuku Kedua Ibu Jari Nabi Nabi Adam AS Pun Heran Melihat Keindahan Cahaya Itu, Dan Berkata“Yaa ALLAH, Cahaya Siapakah Ini?”Kemudian ALLAH SWT Menjawab“Itu Adalah “NUUR Sayidina Muhammad”Wahai Adam“Kalau Tidak karena Nuur Sayidina Muhammad”,Maka Tidak Akan AKU Ciptakan Semua Ini”.Maka ALLAH Menyebutkan Keagungan-KeagunganNuur Sayidina Muhammad,Maka Nabi Adam Sangat Gembira Sekali Dengan Nuur Muhammad Yang Ada Pada Nabi Adam Mencium Jempolnya Dan Mengucapkan“Marhaban Bi Habibi Wa Qurrotul’aini”.Kemudian Diusapkan Cahaya Tersebut Di Kedua Kelopak MENCIUM DAN MENGUSAPKANNYA KE MATA SAAT ADZANSyaikh Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Maghrabi Berkataوَرُوِيَ عَنْ الْخَضِرِ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَنَّهُ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ مَرْحَبًا بِحَبِيبِي وَقُرَّةِ عَيْنِي مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يُقَبِّلُ إبْهَامَيْهِ ، وَيَجْعَلُهُمَا عَلَى عَيْنَيْهِ لَمْ يَعْمَ ، وَلَمْ يَرْمَدْ أَبَدًامواهب الجليل في شرح مختصر الشيخ خليل – ج 3 / ص 355Diriwayatkan Dari Nabi Khidhir As. Bahwa Ia BerkataBarang siapa Yang Mendengar Bacaan Muadzin“Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”,Lalu Ia Berdo’a“Marhaban Bihabibiy Waqurrati Ainiy Muhammadibni Abdillah Saw.”,Lalu Mengecup Dua Jari Jempolnya Dan Diletakkan Diusapkan Ke Kedua Matanya, Maka Ia Tidak Akan Mengalami Buta Dan Sakit Mata Selamanya.” Mawahib Al-Jalil Syarh Mukhtashar Asy-Syaikh Khalil Juz 3 halaman 355berjuangbersamadanbersaudaraJawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan HafizhahullahWa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa tentang mengusap mata saat adzan tidak shahih menurut para As Sakhawiy mengatakanولا يصح في المرفوع من كل هذا شيءSemua ini sedikit pun tidak shahih secara marfu’ dari Nabi. Al Maqashid Al Hasanah, Hal. 606Imam Asy Syaukani mengatakanقال في التذكرة لا يصحDia berkata dalam At Tadzkirah tidak shahih. Al Fawaid Al Majmu’ah, Hal. 20Syaikh Bakr Abu Zaid berkataالنفخ على الإبهامين ومسح العينين بهما جهالة ؛ لا أصل لهMeniup kedua jempol dan mengusapnya ke kedua mata adalah jahaalah tidak diketahui, dan tidak ada dasarnya. Tashhih Ad Du’a, Hal. 447Demikian. Wallahu A’lam.
doa ketika adzan asyhadu anna muhammadarrasulullah