generasi masa depan akan menghadapi tantangan hidup yang semakin berat
Perhatikankalimat berikut! generasi msa depan akan menghadapi tantangan hidup yang semakin berat. berdasarkan keberadaannya objek dalam kalimat, kalimat - 3458 kaulanajj16 kaulanajj16 15.10.2020 B. Indonesia Sekolah Dasar terjawab Perhatikan kalimat berikut! generasi msa depan akan menghadapi tantangan hidup yang semakin berat. berdasarkan
Bagigenerasi Alpha, teknologi merupakan sesuatu yang begitu erat kaitannya dengan kehidupan. Mereka mudah terhubung dengan teknologi dan memanfaatkannya sebagai sarana untuk mendapatkan informasi maupun berkomunikasi dengan instan. Psikolog Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, mengatakan bahwa generasi Alpha memiliki tantangan yang besar di masa depan.
generasimasa depan akan menghadapi tantangan hidup yang semakin berat berdasarkan keberadaan objek dalam kalimat-kalimat di atas tergolong A. kalimat aktif transitif B. kalimat aktif intransitif C. kalimat pasif D. kalimat berita. Mau dijawab kurang dari 3 menit?
Generasiini umumnya merupakan anak-anak dari generasi milenial. Sebagai orang tua, tentu Anda perlu mempersiapkan diri mereka dalam menghadapi tantangan-tantangan di masa depan, yang bisa jadi lebih kompleks, Moms. Dalam acara peluncuran inovasi S-26 Procal GOLD beberapa waktu lalu, psikolog anak dan keluarga, Rosdiana Setyaningrum, MPsi
Namun psikolog Rosdiana Setyaningrum mengatakan, generasi alpha memiliki tantangan yang besar di masa depan, mulai menanggung beban ekonomi yang tidak selesai di masa sekarang, bersaing dengan robot, harus memiliki pendidikan yang tinggi hingga akan adanya jutaan lapangan pekerjaan baru yang tercipta. "Generasi alpha jumlahnya lebih sedikit.
Un Site De Rencontre 100 Gratuit. - Sebagai bagian yang sangat penting dalam peningkatan kualitas bangsa, pendidikan memainkan peran yang krusial dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan baru di era digital. Tidak hanya dalam hal pengembangan akademis, tetapi juga dalam aspek lain seperti kemampuan soft skills, kreativitas, semangat inovasi, serta memiliki empati dan kepedulian sosial. Hal ini akan mendorong generasi era digital untuk aktif berpartisipasi dalam mencari solusi bagi berbagai permasalahan di dunia. USG Education, sebagai institusi pendidikan internasional, mengerti betul akan hal ini dan konsisten dalam membentuk lulusan yang berwawasan global sambil menjaga nilai-nilai kepedulian sosial. Salah satu upaya USG Education untuk memperkuat peran ini adalah melalui kegiatan akademis "UIC Creative Showcase 2023 - The Socio Creative Entrepreneurship," yang berlangsung pada tanggal 6-7 Juni di Atrium Neo Soho Mall. Kegiatan ini bekerja sama dengan yayasan gerakan sosial HOPE Gelang Harapan, yang didirikan oleh tiga sahabat ; Wulan Guritno, Amanda Gratiana Soekasah, dan Janna Soekasah Joesof. Kegiatan ini berhasil memikat perhatian para siswa dengan pendekatan unik yang menggabungkan pendidikan dengan semangat Socio Creative Entrepreneurship. Sebagi pembuka kegiatan di Atrium Neo Soho Jakarta Barat pada tanggal 6 Juni 2023, siswa/i UIC College Nial Palka dan Fakhri Violin berkolaborasi dengan Doddy Soekasah dan Janna Soekasah menampilkan lagu ciptaan Doddy Soekasah “Kasmaran” yang telah digubah. Acara dilanjutkan dengan presentasi dan pameran dari siswa/i yaitu membuat suatu karya baru yang berdampak positif dan membawa perubahaan di dunia melalui bentuk applikasi komputer, Fashion Tata Busana, ide UMKM Bisnis baru, Desain Grafis, Digital Grafis, dan Musik, yang dipresentasikan di hadapan para juri yang terdiri dari para pelaku industri profesional. Puncak acara "UIC Creative Showcase 2023" pada tanggal 7 Juni 2023 akan menampilkan fashion show dari Aiko Tanzil, Elena, dan Sabrina. Acara ini juga didukung oleh penyanyi ternama Indonesia, Marcell Siahan, yang berkolaborasi dengan siswa dan dosen UIC College BSD Campus Shal, Aghi Narotama, Triono Pudji dan Fakhri Violin. Tidak hanya sebagai ajang apresiasi seni dan kreativitas, acara ini juga menjadi wadah penggalangan dana untuk penyintas kanker yang kurang mampu melalui kerjasama dengan Gelang Harapan. Baca Juga Dicari Anak Muda Yang Mau Jadi Wirausahawan, Dapat Hibah Modal Rp 2,5 Miliar Melalui ajang ini USG Education berharap siswa dan siswinya akan mempersembahkan hasil karya yang tak hanya mencuri perhatian, tetapi juga menyentuh jiwa dan membangkitkan semangat kewirausahaan sosial. Hal ini selaras dengan identitas USG Education yaitu mencetak Noble Scholar atau cendekia yang berwawasan luas, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, serta peduli akan isu sosial. USG Education berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai sarana utama untuk menuju terwujudnya Sumber Daya berdaya saing tinggi dimana pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan nasional. “Para siswa adalah pemimpin masa depan yang memiliki potensi untuk merubah dunia dengan pemikiran mereka yang inovatif, gagasan brilian dan kepedulian mereka terhadap masyarakat. Dan kita semua beruntung dapat menyaksikan dan mendukung mereka dalam perjalanan mereka menuju kesuksesan yang lebih besar” disampaikan Adhirama G Tusin selaku Presiden Direktur USG Education. USG Education Head of BSD Campus, Aimee Sukesna menambahkan, program-program di USG Education dirancang dengan tujuan memberikan pengalaman dunia nyata kepada siswa-siswa, pembelajaran kolaboratif, dan perhatian pribadi untuk meningkatkan kapasitas akademik dan keterampilan mereka agar dapat beradaptasi dengan lingkungan internasional "Kami juga konsisten dalam memperkenalkan berbagai masalah sosial di dunia sebagai studi kasus sejak awal masa belajar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan rasa peduli siswa yang tinggi, sehingga mereka bisa turut serta mendorong perubahan positif di negara ini," kata Aimee. Dalam kesempatan ini, USG Education bekerja sama dengan berbagai organisasi, baik profit maupun non-profit, salah satunya adalah HOPE Gelang Harapan Janna Soekasah, pendiri HOPE Gelang Harapan mengatakan, pihaknya memiliki visi yang sama, yaitu membangkitkan harapan dan semangat berbagi di antara masyarakat, bersatu untuk meningkatkan kualitas hidup melalui empati dan kasih sayang. Baca Juga DPRD Jateng Dorong Generasi Muda untuk Tingkatkan Kesadaran Politik "Ini menjadi dasar kerjasama berkesinambungan antara HOPE dan USG Education," katanya. Sementara itu, Amanda Gratiana menambahkan adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi kami bertiga untuk bisa bertemu dengan para siswa USG Education. Semangat mereka kembali mengingatkannya pada awal gerakan Gelang Harapan kami dirikan di tahun 2014. "Regenerasi seperti ini adalah hal yang menjadi misi utama dari program Future Warrior of HOPE dari Gelang Harapan”, katanya. Wulan Guritno, yang juga merupakan pendiri Gelang Harapan, menambahkan, melalui program kerjasama dengan generasi muda seperti siswa-siswi UIC College, dia berharap gerakan yang telah dijalankan selama 9 tahun tetap berkelanjutan. Selain itu, dua mahasiswa luar biasa dari UIC College, MilenJaya Sakti dan Valerie, turut membagikan pengalaman mereka dalam perjalanan transformasi yang telah membekali mereka dengan keterampilan yang diperlukan untuk berkembang di industri masing-masing melalui program dari UIC College. MilenJaya Sakti, siswa Business dari UIC College, mengungkapkan, pengalaman melakukan presentasi langsung mengenai ide pemasaran digital kepada klien sangat mempersiapkan kami untuk memasuki industri di masa depan. "Kami belajar bagaimana menjelaskan ide-ide kreatif kami secara jelas dan meyakinkan, serta beradaptasi dengan kebutuhan klien. Hal ini memberi kami kepercayaan diri dan wawasan yang tak ternilai harganya dalam berkarir di dunia bisnis," katanya. Valerie, siswa Computing Program dari UIC College menambahkan, pengalaman membuat aplikasi komputer untuk perusahaan yang menjadi kliennya telah mempertajam kemampuannya dalam memasuki dunia industri IT. "Saya belajar tentang kerja tim, menghadapi tantangan teknis, dan mengembangkan solusi yang inovatif. Ini memberi saya pemahaman yang mendalam tentang pengembangan perangkat lunak dan menyiapkan saya untuk menghadapi tantangan yang ada di dunia industri IT yang terus berkembang," katanya. Begitupun, Siswa dari UIC College of Design Sherlyn, Aiko Tanzil dan Michiko yang mengungkapkan hal yang sama. “Kami sangat bangga bisa mempresentasikan karya seni kami di bidang Digital, Graphic dan Fashion desain dan di evaluasi langsung oleh ahli di industri. Harapan kami karya ini dapat turut memajukan dan di terima di industri kreatif Indonesia maupun global," ucapnya. Hal ini disambung oleh Jevon Lie, lulusan UIC Music yang berkesempatan membuka acara UIC Creative Showcase 2023 dengan tabuhan drumnya yang mempesona para tamu undangan dan pengunjung Neo Soho Mal. “Pengalaman ini sangat berharga dan tidak terlupakan” tambah Jevon. Reza Suriansha, Direktur USG Education menjelaskan, UIC College, yang merupakan bagian dari program USG Education tidak pernah melewatkan kesempatan untuk mempersiapkan pemimpin muda Indonesia agar dapat terus berbagi dan siap menghadapi kompetisi global yang semakin ketat. "Kami berusaha sebaik mungkin dalam menerapkan strategi yang adaptif dengan kebutuhan dunia saat ini bagi anak-anak Indonesia di era digital ini. USG Education terus melakukan inovasi dan berorientasi pada metode pembelajaran yang lebih modern, memperluas jaringan global, dan meningkatkan kualitas tenaga pendidik dalam budaya digital agar selalu bersinergi dengan perkembangan dunia tanpa melupakan warisan budaya Indonesia," tambahnya. Dengan semangat Socio Creative Entrepreneurship, USG Education mengajak generasi muda untuk bergabung dalam perjalanan mereka menuju prestasi yang lebih besar dan turut serta dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat. Dengan mengombinasikan pendidikan berkualitas global dan nilai-nilai kepedulian sosial, USG Education berharap membawa perubahaan bagi masa depan yang lebih baik.
› Tantangan generasi saat ini dan mendatang di dunia kerja sangatlah tinggi. Ini menuntut berbagai pengetahuan dan keterampilan yang adaptif dengan perkembangan masa kini. OlehESTER LINCE NAPITUPULU 6 menit baca KOMPAS/MEGANDIKA WICAKSONO Puluhan anak muda bekerja sebagai pelayan toko customer service dalam jaringan daring di kantor Kampung Marketer di Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu 7/3. Ada 200 anak muda yang dilatih memanfaatkan teknologi untuk berbisnis dari desa dengan penghasilan Rp 1 juta sampai Rp 4,5 juta per tahun, 15 Juli ditetapkan sebagai World Youth Skills Day, hari yang dideklarasikan oleh United Nations General Assembly untuk memperingati pentingnya membekali generasi muda dengan keterampilan untuk mempersiapkan mereka dalam pekerjaan yang layak dan kewirausahaan. Di tahun 2021, peringatan Hari Membekali Generasi Muda Keterampilan Sedunia untuk kedua kalinya diperingati dalam masa pandemi Covid-19. Kondisi pandemi juga berdampak besar pada tenaga kerja, termasuk generasi Covid-19 sejak 2020 membuat mobilitas manusia terbatas. Dunia kerja pun berubah total, pengangguran semakin meningkat karena banyak usaha/industri yang gulung tikar. Di masa PPKM Darurat di tahun 2021, kekhawatiran tentang nasib pekerja di Indonesia juga tak kalah mengkhawatirkan. Berdasarkan survei yang dilakukan JobStreet pada Juni 2021, sebanyak 52 persen pekerja Indonesia diberhentikan karena pandemi. Sebagian besar pekerja yang diberhentikan dari kalangan generasi muda yang memiliki latar beakang pendidikan rendah. Hal ini sangat disayangkan karena generasi mudalah yang akan meneruskan ekonomi bangsa dan penting untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi ekonomi masa muda tenaga kerja Indonesia menyadari tantangan baru yang menanti mereka di dunia kerja dan bersedia meluangkan waktu untuk memperoleh keterampilan baru agar bisa mempersiapkan diri revolusi industri banyak mendisrupsi kehidupan, termasuk dunia kerja, ditambah lagi dengan disrupsi karena pandemi Covid-19 tak terhindarkan mengubah tatanan industri dan tenaga kerja. Banyak jenis pekerjaan yang hilang sehingga menimbulkan penggangguran, tetapi banyak pula muncul peluang industri baru yang menuntut tenaga kerja dengan keterampilan laporan Jobs of Tomorrow oleh Forum Ekonomi Dunia WEF, pekerjaan di masa depan akan tumbuh 51 persen. Pekerjaan tersebut berasal dari industri baru yang sedang berkembang seperti pekerjaan green economy, data dan kecerdasan buatan AI, dan peran baru di bidang teknik, cloud computing, dan pengembangan itu, ekonomi masa depan akan menempatkan penekanan penting pada interaksi manusia yang berarti permintaan baru untuk pekerjaan di industri seperti marketing pemasaran, sales penjualan,dan content production produksi konten. Generasi muda perlu dipersiapkan dan dibekali dengan keahlian dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan di abad belajarTerlepas dari statistik ketenagakerjaan, survei JobStreet juga menemukan bahwa pekerja yang telah diberhentikan mulai mempelajari dan melatih hal-hal baru untuk mempersiapkan mereka dalam pekerjaan baru. Sebanyak 75 persen pekerja Indonesia secara sukarela melatih diri untuk pekerjaan baru, dan 67 persen dari mereka telah meluangkan banyak waktu untuk belajar. Jenis pekerjaan yang dipelajari para pekerja ini termasuk seni dan karya kreatif, IT, media informasi, sains dan penelitian, teknik, hukum, digitalisasi, komunikasi, dan layanan survei JobStreet juga ditemukan bahwa pada tahun 2020, sebanyak 55 persen masyarakat Indonesia telah memilih belajar mandiri, meningkat dari 43 persen pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda tenaga kerja Indonesia menyadari tantangan baru yang menanti mereka di dunia kerja dan bersedia meluangkan waktu untuk memperoleh keterampilan baru agar bisa mempersiapkan diri mereka.”Sebagai partner karier kini dan nanti, JobStreet melihat bahwa generasi muda Indonesia memiliki banyak sekali potensi yang dapat diasah. Saat ini sudah tersedia banyak sarana untuk memperkaya wawasan dan keterampilan yang dapat diakses dengan mudah secara online, yang tentunya sangat bermanfaat,” kata Faridah Lim, Country Manager JobStreet pentingnya keterampilan bagi generasi muda, JobStreet sebagai partner karier kini dan nanti, juga memberikan kesempatan untuk memperoleh keterampilan baru yang akan membantu generasi muda di masa depan. Bekerja sama dengan FutureLearn, JobStreet menyediakan kursus gratis dan informasi eksklusif yang dapat mempersiapkan kandidat dengan pengetahuan yang tepat dan membantu mengasah keterampilan JOBSTREET INDONESIA Country Manager JobStreet Indonesia Faridah Lim kanan bawah dalam diskusi peluang kerja di masa pandemi. JobStreet mempertemukan perusahaan dan pencari kerja di acara Virtual Career Fair pada 9-11 menambahkan, JobStreet juga akan mengadakan serangkaian webinar bertajuk ”Driving Digital Transformation to Future-Proof Your Business” Mendorong Transformasi Digital untuk Mengamankan Masa Depan Bisnis Anda, yang akan membantu usaha kecil dan menengah serta calon wirausahawan muda untuk membimbing mereka dalam hal ini di era digital. Ada juga Virtual Career Fair, pameran karier virtual yang bisa dihadiri dari rumah untuk menemukan pekerjaan yang paling tepat.”Setelah mempertajam keterampilan, sudah waktunya untuk mempromosikan diri ke ratusan perusahaan yang turut berpartisipasi dalam JobStreet Virtual Career Fair,” kata kuliahMenjawab tantangan generasi muda yang siap memasuki dunia kerja dengan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan dan kompatibel, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Kemdikbudristek menggagas kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka tahun 2020. Sesuai dengan spirit program Kampus Merdeka MBKM dari Kemendikbudristek, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim berharap ada semakin banyak mahasiswa yang ikut berbagai program MBKM sesuai minat dan juga Memperkuat Nalar Kritis dengan Semangat Merdeka BelajarKegiatan di luar kampus ini diakui setara 20 satuan kredit semester SKS sehingga dapat dilakukan optimal. Mahasiswa punya kesempatan untuk menggali potensi dirinya sebagai profesionalisme di banyak bidang, termasuk teknologi, bidang sosial, peneliti, hingga satu program MBKM yang berjalan, yakni program Bangkit, agar tercipta semakin banyak solusi berbasis teknologi bagi masyarakat di seluruh Indonesia. ”Inovasi berbasis teknologi akan membuat lompatan besar dan menjadikan Indonesia pemain global yang tangguh di masa depan,” kata Kamis 15/7/2021, angkatan kedua dari program Bangkit, sebuah program dari Google yang dirancang untuk mempersiapkan para mahasiswa dengan keterampilan dan sertifikasi teknologi yang kini sangat dibutuhkan, telah menyelesaikan lebih dari 700 jam kursus untuk setiap mahasiswa yang telah berlangsung selama enam bulan. Pada tahun ini, mahasiswa dari 250 universitas telah menyelesaikan materi kursus selama satu semester, yang bobot studinya setara dengan 20 tahun lalu, siswa telah lulus dari program yang bergengsi ini. Google akan mulai menerima pendaftaran untuk program Bangkit 2022 sekitar akhir tahun PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Pembukaan program Bangkit, pelatihan bidang teknologi, dari Google dan sejumlah perusahaan teknologi nasional dan didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi , Senin 15/2/2021.”Syarat agar bisa lulus dari program Bangkit tidaklah mudah. Kurikulumnya sangat menantang, disertai dengan banyak tugas, dan tugas akhir yang sangat mendorong para siswa untuk menerapkan kemampuan barunya,” ucap Randy Jusuf, Managing Director, Google menambahkan, peserta Bangkit tahun ini sekitar 30 persen perempuan dan 70 persen laki-laki. Mereka berasal dari kota-kota kecil di daerah dan wilayah perdesaan dari seluruh bekerja sama erat dengan pemerintah dan sektor universitas untuk mengembangkan kurikulum Bangkit dan meluncurkannya melalui program Kampus Merdeka. ”Kami sangat bangga dengan pencapaian ini, tetapi kami tidak akan mampu melakukannya tanpa dukungan dan dorongan dari Kemdikbudristek,” kata peserta program Bangkit diwajibkan mengerjakan tugas akhir kelompok yang terkait dengan salah satu prioritas strategis yang disebutkan dalam RPJMNdan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial. Ada 483 tim yang mengerjakan berbagai proyek, di antaranya, untuk membantu kalangan tunarungu, meningkatkan kualitas perawatan di rumah, serta perlindungan terhadap perempuan dan juga SMK Dituntut Lincah Mengikuti Dinamika IndustriSebanyak 15 tim teratas yang diseleksi dari tim-tim lainnya dan dipilih oleh panel juri ahli dari bidang akademis, teknologi, dan bisnis akan menerima dollar Amerika Serikat dari Google. Jika lulus penilaian oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dapat menerima dollar AS lagi untuk menyelesaikan proyek.”Walau siswa harus memilih salah satu dari tiga jalur pembelajaran teknis, mereka semua harus mendorong dirinya sendiri untuk keluar dari zona nyaman dan mempelajari berbagai keterampilan yang dapat menunjang kesiapan karier, seperti kepemimpinan persuasif, berpikir kritis, manajemen waktu, komunikasi, dan kerja sama,” ucap kerja virtual selama satu bulan untuk para lulusan ini akan dimulai pada 26 Juli. Para penyedia lapangan kerja yang tergabung dalam Konsorsium Perekrutan Bangkit termasuk Wings Group, Bank BTPN, Fazz Financial, Kalbe Farma, Tokopedia, Gojek, Ruangguru, dan masih banyak lagi, mereka akan memprioritaskan para lulusan baru ini dalam ratusan lowongan pekerjaan dan kesempatan magang.
anak generasi alfa Foto ShutterstockAnak yang lahir di antara tahun 2010 atau 2011 hingga 2025 mendatang masuk ke dalam generasi alfa. Generasi ini umumnya merupakan anak-anak dari generasi orang tua, tentu Anda perlu mempersiapkan diri mereka dalam menghadapi tantangan-tantangan di masa depan, yang bisa jadi lebih kompleks, Moms. Dalam acara peluncuran inovasi S-26 Procal GOLD beberapa waktu lalu, psikolog anak dan keluarga, Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPed memaparkannya sebagai berikut1. Banyak Lapangan Kerja yang Diganti RobotPresenter berita China Xinhua News yang pakai sistem AI. Foto New China TV via YouTubeGenerasi alfa hidup berdampingan dengan teknologi yang berkembang pesat dan maju. Meski begitu hal ini juga menjadi boomerang untuknya, karena di masa mendatang ada banyak pekerjaan yang bisa saja digantikan oleh Kerja Dibidang yang Belum Ada Jenis PekerjaanIlustrasi bayi ilmuwan. Foto Shutter Stock“Dulu kuliah cuma ada jurusan kedokteran, psikolog, marketing, ekonomi kalau sekarang ada banyak jurusan baru,” jelas Moms, semakin berkembangnya zaman maka kebutuhan dunia juga makin berputar, bertambah dan ada juga yang dikurangi. Mungkin ketika anak Anda nantinya sudah dewasa maka ada banyak muncul bidang pekerjaan baru yang saat ini belum ada jenis pekerjaanya. 3. Kualifikasi dan Tuntutan SDM TinggiIlustrasi wisuda. Foto pixabaySeiring berkembangnya zaman maka kebutuhan SDM juga semakin berubah dan terus meningkat. Maka dari itu generasi alfa dituntut untuk memiliki kualifikasi yang ditambah kedepannya, dunia akan mengalami global warming dan mungkin saja krisis dunia. Agar siap, pastikan si kecil mengenyam pendidikan yang tinggi, menjelaskan tentang tantangan yang akan dihadapi generasi alfa, Rosdiana juga memberi bekal untuk orang tua agar siap menghadapi tantangan. Salah satunya dengan progresive learning. Apa itu? Progresive learning adalah kemauan anak untuk terus belajar.“Jadi belajar sepanjang hidupnya bukan hanya sampai kuliah, terus udah,” pastikan asupan gizi anak terpenuhi. Tidak bisa dipungkiri saat gizi anak kurang maka tumbuh kembangnya juga tidak akan maksimal dan hal ini akan berdampak hingga dewasa, samping itu, anak juga harus memiliki karakter yang eksploratif, berfikir kritis, memiliki jiwa leadership serta rasa empati.
JAKARTA - Kalangan generasi milenial dinilai akan menghadapi tantangan ekonomi yang lebih tidak hanya dihadapkan pada disrupsi teknologi, milenial saat ini harus menghadapi tantangan krisis pandemi Covid-19 dan disrupsi perubahan Institut Pertanian Bogor Arif Satria mengatakan, ada tujuh sektor ekonomi yang perlu didorong oleh milenial ke depan untuk bisa menghadapi tantangan argomaritim kata dia akan menjadi fokus pembangunan berkelanjutan karena sektor ini terus tumbuh di krisis apapun, baik di krisis moneter 1998, krisis keuangan global pada 2009, dan krisis pandemi Covid-19 saat ini. Oleh karena itu sektor ini dinilai lebih tahan banting pada saat terjadi krisis dibandingkan sektor lainnya.“Di Indonesia sama, mayoritas PDRB di seluruh provinsi masih didominasi sektor ini, namun sektor ini butuh pendekatan baru, oleh karena itu tugas milenial untuk menemukan pendekatan baru itu,” katanya dalam acara Pekan Milenial Naik Kelas 2022 yang diselenggarakan secara hybrid di Jakarta, Selasa 5/4/2022.Baca JugaKlaim Sukses Besar, 70 Persen Tim Manajemen Prakerja dari Kalangan MilenialPeran Generasi Milenial Bantu Wujudkan Pertanian ModernKedua, Arif mengatakan desa akan menjadi pusat pertumbuhan baru, yang berbasiskan keunggulan ekonomi digital ke depan akan meningkatkan efisiensi dan akses sumber ekonomi moral atau gift economy menurutnya akan menjadi pondasi ketangguhan sosial ekonomi. Selanjutnya, sektor kelima, yaitu ekonomi hijau/biru yang diproyeksi akan meningkatkan nilai tambah dan produksi perilaku sehat dan hijau untuk mendukung konsumsi yang berkelanjutan. Ketujuh, inovasi, yaitu sebagai penggerak techno-sociopreneurship. Inovasi kata Arif sangat penting karena berkorelasi dengan PDB/kapita suatu negara.“Global Innovation Index berkorelasi dengan GDP, Jika ingin menjadi negara besar, tidak ada cara lain selain inovasi,” tuturnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Editor Hadijah Alaydrus Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam
Jakarta ANTARA - Gnerasi Alpha, yakni yang lahir antara tahun 2010/2011 hingga 2025 akan menghadapi tantangan yang cukup besar di masa depan, salah satunya adalah harus mampu bereksplorasi. Psikolog anak dan keluarga, Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, menyebutkan beberapa tantangan yang akan dihadapi generasi Alpha di antaranya menanggung beban ekonomi yang tidak selesai di masa masa sekarang, bersaing dengan robot, harus memiliki pendidikan yang tinggi hingga akan adanya jutaan lapangan pekerjaan baru yang tercipta. "Ada 2,5 juta bayi generasi Alpha yang lahir setiap minggunya. Tapi angka ini akan sedikit jumlahnya, karena saat mereka dewasa, akan ada banyak orangtua daripada yang produktif. Ini tentu menjadi tantangan juga bagi mereka," ujar Rosdiana dalam bincang-bincang "S-26 Belajar Jadi Hebat" di Jakarta, Kamis. Oleh karena itu, generasi Alpha harus memiliki kemampuan belajar yang progresif yakni selalu ingin terus berkembang dan tidak terpaku pada pendidikan formal. Masih menurut Rosdiana, di sekolah seorang anak bisa belajar dengan cara teamwork, hal ini akan mengasah cara berpikir kritis, kreativitas dan kemandirian. Cara belajar tersebut akan membentuk empat karakter penting bagi anak yang bermanfaat untuk bersaing di masa mendatang. Eksplorasi juga menjadi karakter yang harus dibangun sejak dini. Anak dibiasakan untuk mau mencari hal baru yang dapat dikembangkan baik di dalam diri dan lingkungan. "Untuk menemukan sesuatu yang baru, dia harus berpikir kritis. Berpikir di luar apa yang sudah ada dan mau banyak bertanya. Ketiga ialah memiliki jiwa kepemimpinan, dia dapat memimpin dirinya sendiri dan orang lain. Jiwa leadership harus dipupuk dari kecil agar dia bisa lebih fleksibel saat ia menjadi penduduk dunia," jelas Rosdiana. Terakhir adalah rasa empati atau memahami kebutuhan orang lain agar menciptakan solusi bagi lingkungannya. Sikap ini yang nantinya akan membuat mereka menjadi seorang spesialis di bidang yang disukai. Baca juga Pada usia berapa anak sudah bisa masuk sekolah? Baca juga Tips pendampingan anak dalam media sosial Baca juga Psikolog tekankan pentingnya membimbing anak mengenali emosiPewarta Maria CiciliaEditor Ida Nurcahyani COPYRIGHT © ANTARA 2019
generasi masa depan akan menghadapi tantangan hidup yang semakin berat